Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, August 25, 2008

Mari berbuat baik dari Sekarang

5 hari yang lalu Bude ku Meninggal dunia di Solo, eh 2 hari yang lalu Tante aku Meninggal pula di Jakarta.
Kematian memang tidak memandang Usia, Tua, Muda, ataupun anak-anak jika sudah tiba saatnya kita harus menghadapinya.

Walaupun disetiap agama dan keyakinan berbeda-beda penafsiran kehidupan atau keadaan setelah meninggal dunia, tp hampir keseluruhan berpendapat bahwa jika selama hidup di Dunia kita banyak berbuat kebaikan, maka setelah meninggal dunia akan mendapat kebaikan pula.
Jika kita renungkan, kita hidup di Dunia hanya sebentar, saya katakan sebentar karena hingga saat ini orang yang tercatat berumur paling lama yaitu orang Jepang dengan umur 117 tahun u/Wanita dan 114 tahun untuk Pria, coba anda bandingkan dengan umur Batu Nisan Leluhur(pendahulu kita)jauh lebih lama dibanding dengan umur manusia di dunia.
Nah kita mulai hitung usia kita, rata2 orang Asia bisa mencapai ± 60-70 thn, jadi berapa sisa usia kita?, itu pun kalau sampai dengan Usia itu, coba kita tanya pada diri kita sendiri, sudah berapa banyak perbuatan baik yang sudah kita perbuat dari sampai saat Usia kita sekarang ini.
Nah kalau tidak dari Sekarang kapan lagi kita mulai?,

Sunday, April 20, 2008

Renungan

Kesenangan dalam bentuk apapun di dunia ini tidak abadi!

Kesenangan datang dari nafsu dan menimbulkan ikatan-ikatan dengan sumber kesenangan itu. Kalau tiba saatnya kesenangan itu direnggut dan terpisah dari kita, maka kitapun merasa ke­hilangan dan berduka.

Hidup ini, penuh dengan duka yang timbul dan kekecewaan, iba diri, kemarahan, kabencian, permusuhan. Karena hidup ini penuh dengan duka dan sengsara, maka kita semua rindu akan kebahagiaan. Sayang sungguh sayang, kita selalu salah mengenal kese­nangan sebagai kebahagiaan! Kesenangan hanya merupakan saudara kembar dari kesusahan belaka, keduanya itu tak terpisahkan seperti permukaan depan bela­kang dari telapak tangan. Ada susah ada senang, ada suka ada duka, tak ter­pisahkan. Karena itu, setiap kedukaan kita coba hibur dengan kesukaan, seti­ap kesusahan kita tutupi atau ingin lupakan melalui kesenangan. Padahal, kesenangan itupun akan berakhir dengan kesusahan, seperti gelombang tidak ha­nya bergerak ke satu jurusun, tapi pa­da saatnya membalik.

Kebahagiaan sungguh jauh berbeda. Kebahagiaan tidak mempunyai kebalikan! Kebahagiaan berada jauh di atas jang­kauan suka dan duka. Karena suka dan duka itu hanya merupakan permainan pi­kiran, maka hanya menjadi pakaian dari si aku. Kebahagiaan tak dapat diraih oleh pikiran. Kebahagiaan tidak dapat didatangkan dengan sengaja oleh si aku yang ingin berbahagia. Kebahagiaan adalah Cintakasih, Cahaya Illahi, kekuasaan Tuhan yang selalu ada, di dalam di­ri kita sendiri, tak pernah sedetikpun meninggalkan kita. Hanya pikiran dengan nafsu-nafsunya menyeret kita ke dalam kegelapan sehingga tidak dapat melihat-Nya

Subhanallah…Maha Suci Allah.